Oleh: heroepoerwadi | 22 Agustus 2009

Marketing dan Branding di dalam Industri Komunikasi

Marketing dan Branding

dalam Industri Komunikasi di Indonesia

  1. Latar Belakang

Pada kondisi saat ini, geliat ekonomi berlangsung sangat dinamis dan bersifat eksistensial. Dinamika yang disorong untuk mempertahankan kehidupan tersebut, telah membuat setiap perusahaan untuk terus melakukan penetrasi pasar untuk mengejar penjualan atau pendapatan atau merebut konsumen sebanyak-banyaknya. Kondisi demikian semakin dinamis, ketika kondisi ekonomi secara makro maupun mikro belum menemukan titik keseimbangan baru setelah di hajar oleh badai krisis global.

Banyak perusahaan mencoba untuk terus mempertahankan dominasi, atau menggerogoti brand yang dominan atau berusaha mendapatkan pangsa pasar yang baru. Ketika kondisi perusahaan sedemikian agresif untuk mempertahankan kehidupannya, maka yang dijadikan focus perhatian adalah dengan menggenjot sedemikian rupa marketingnya, sehingga bisa meningkatkan penjualan dan transaksinya. Maka kinerja marketing mendapat dorongan yang besar untuk mampu memperluas pangsa pasarnya dan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Akan tetapi kondisi yang sama juga akan dilakukan oleh seluruh perusahaan yang berusaha mempertahankan dominasinya dan perusahaan-perusahaan yang mencoba bertahan hidup, sehingga kinerja marketing yang agresif dilakukan oleh semua perusahaan. Akibatnya suasana market tingkat persaingan semakin kuar dan gencar. Seluruh strategi marketing di keluarkan untuk memenangkan pertarungan dan mempertahankan kehidupannya. Iklan-iklan membanjiri seluruh media massa, jalan-jalan, brosur dan leaflet bertebaran dimana-mana menyerbu konsumen.

Konsumen sebagai tujuan dan sasaran kinerja marketing yang akhirnya menjadi keranjang sampah seluruh kinerja marketing. Semua informasi produk atau corporate dating dihadapan konsumen secara terus menerus, baik secara bergantian maupun dating secara bersamaan di dalam benak konsumen. Kondisi demikian, oleh Al Ries dan Jack Trout (2004) disebut sebagai kondisi overcommunicated society. Yaitu ketika masyarakat, dalam  hal ini konsumen, kebanjiran atau terkepung oleh informasi marketing, sehingga daya tahan dan kemampuan otak manusia untuk menyimpan semua informasi marketing tersebut ke dalam memorinya menjadi semakin terbatas dan berkurang, sehingga tidak mampu lagi mengidentifikasi satu per satu produk yang pernah datang.

Pada kondisi yang demikian itu, maka menjadikan segala sesuatu upaya yang dilakukan oleh kinerja marketing menjadi nothing, karena tidak ada bekas yang bisa diingat dan bertahan di dalam otak konsumen. Semua informasi marketing, melalui berbagai metode komunikasi, berlalu begitu saja. Tidak berbekas dan tidak berkesan. Tidak menjadikan konsumen aware dengan produk atau corporate yang sudah pernah menghampiri benak konsumen.

Pada kondisi demikian itulah, perlu dilakukan langkah-langkah baru di dalam proses marketing, terutama dengan melakukan branding produk atau corporate. Branding adalah upaya sebuah perusahaan untuk mempertajam perbedaan tingkat perbedaan sebuah produk atau corporat yang bisa membedakan dengan produk atau corporate lain yang sejenis maupun yang berbeda di pasar. Sehingga konsumen mampu dengan cepat mengidentifikasikan perbedaan produk atau corporatnya dengan yang lainnya secara lebih cepat.

Pada kesempatan ini, dengan melihat kondisi persaingan produk atau korporat di pasar yang sangat dinamis ini, maka perlu untuk bisa menjawab dengan mencoba mengurai bagaimanakah upaya yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sebuah produk di pasar yang kompetitif dan bagamanakah branding itu dilakukan ?

Selain itu, untuk memperkuat upaya sebagaimana di dalam permasalahan pertama  diatas, maka pada kesempatan ini juga dilakukan pengkajian bagaimana sebuah produk atau korporat mempertahankan dominasinya, sehingga bisa dijadikan contoh sukses terhadap upaya-upaya yang dilakukan.

Maka untuk menjawab persoalan tersebut di dalam tulisan ini akan diurai kan terlebih dahulu dengan pemahaman terhadap marketing dan pergeseran pemahaman perubahan konsep dan area marketing, serta membahas konsep dan strategi branding serta langkah-langkah praktis untuk branding. Serta untuk memperjelas, maka dalam penjelasannya disinggung tentang contoh kasus industri komunikasi, baik dalam perspektif manajemen media maupun dalam analisis ekonomi politik terutama dari pandangan Mosco,

Kata kunci : konsep marketing strategi branding dan langkah-langkahnya, manajemen media, ekonomi politik Mosco.

(tulisan ini hanya pendahuluan saja, untuk memperoleh versi lengkapnya silahkan email ke hrpoer@yahoo.com Naskah ini pernah didiskusikan secara terbatas dan belum pernah dipublikasikan. Trims)

About these ads

Responses

  1. halo,
    tulisan yang menarik, sorry numpang thread komentar ini sebagai salam perkenalan… saya Agus Suhanto


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: